Pagi ini salah satu rekan kantor masuk ruang kerja sambil ngomel-ngomel tak karuan. “Gimana sich ini, lama-lama tak banting juga nich telepon. Nelpon nggak bisa, nerima juga nggak bisa, tagihan jalan terus”, gerutunya. Selidik punya selidik, ternyata semuanya ini karena kekecewaan rekan tersebut terhadap layanan salah satu operator seluler.
Barangkali kita juga pernah mengalami kejadian yang sama dengan rekan tadi. Telepon yang susah sekali nyambung, suara kemrosok, telepon terputus-putus, tidak ada sinyal telepon atau kejadian yang tidak mengenakkan lainnya, berkaitan dengan layanan telepon yang kita gunakan.
Saat ini memang operator telepon berlomba-lomba menawarkan produk dengan harga murah untuk menjaring ratusan pelanggan. Mulai dari Rp 1,- , Rp 0.5 ,- hingga menelepon gratis antar operator. Bahkan ada operator yang tidak hanya menawarkan telepon gratis, tapi juga menawarkan berbagai bonus atau hadiah bilamana bisa mengajak teman untuk menggunakan produkoperator tersebut.
Dampak positif dari banyaknya produk murah yang ditawarkan oleh operator telepon adalah kemudahan masyarakat dalam menggunakan layanan telepon, yang kemudian meningkatkan jumlah pelanggan telepon nasional. Namun demikian, dampak negatif juga mulai dirasakan oleh para pengguna lainnya. Gangguan-gangguan yang telah diceritakan sebelumnya, memberikan gambaran bahwa saat ini operator seringkali hanya mengejar kuantitas, dibandingkan dengan kualitas. Operator lebih senang melakukan perang tarif, tanpa memperhatikan kualitas layanan yang ditawarkan.
Bagi pengguna pemula, tawaran telepon murah tentu saja sangat menggembirakan. Bagi sebagian besar dari mereka, walaupun dengan kualitas yang pas-pasan, memiliki telepon seluler merupakan kebahagiaan. Namun bagi mereka yang sudah lama menggunakan telepon seluler, kualitas sangatlah utama, apalagi bagi para pebisnis.
Mudah-mudahan nantinya seluruh operator telepon tidak hanya fokus pada pencarian pelanggan baru, tapi juga tetap memperhatikan kualitas layanan yang baik. Harga murah sangat menyenangkan, tetapi akan lebih menyenangkan apabila dibarengi dengan kualitas yang baik pula. Jangan sampai muncul komentar ”Murah sich, tapi…..”
bandung yang gerimis
telkom banget… hehehhe
Oleh: bsriw on November 19, 2008
at 3:45 pm
Bukan cuman Telkom saja Mas, semuanya juga gitu kok. Lihat saja Indosat, XL, Esia….. Hampir semuanya ngejar kuantitas, tapi melupakan kualitas.
Oleh: agungh on November 20, 2008
at 2:40 pm
Biarin deh.. pake murah putus2 dikit..
Yang pentingkan technology deployment juga ikut terbantu…
Seneng juga bisa liat .. kalo teknologi bisa dinikmati semua kalangan..
Komunikasi kan bukan buat pebisnis dan orang berduit aja kan…
Oleh: okkys on Januari 22, 2009
at 1:37 am